Wujud Komitmen dalam Mencegah dan Menangani Kekerasan Seksual! Penyuluhan SATGAS PPKS Kampus STIE PPI

Sabtu, 14 September 2024 – Kampus STIE PPI terus menunjukkan komitmen seriusnya dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual di lingkungan kampus dengan mengadakan penyuluhan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (SATGAS PPKS). Acara yang berlangsung di kampus STIE PPI pada acara PKKMB STIE PPI ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan.

Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Ketua SATGAS PPKS yakni Bapak Agus Sugiono, S.E., M.M. memaparkan berbagai kebijakan, prosedur pelaporan, serta langkah-langkah preventif yang dapat diambil untuk melindungi sivitas akademika dari berbagai bentuk kekerasan seksual.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang nyaman, aman, dan terlindungi bagi seluruh mahasiswa dan staf. Penyuluhan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam mengenai cara mencegah dan menangani kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus,” ujarnya dalam sambutannya.

Selain itu, SATGAS PPKS juga menyediakan layanan konseling dan pendampingan bagi korban kekerasan seksual. Mereka menekankan bahwa setiap laporan yang masuk akan ditangani secara serius dengan mengutamakan kerahasiaan serta perlindungan terhadap korban.

Dalam sesi tanya jawab, para mahasiswa menyampaikan antusiasme dan apresiasi terhadap inisiatif kampus dalam menanggapi isu penting ini. Mereka juga berharap agar sosialisasi terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dapat terus ditingkatkan.

Acara penyuluhan SATGAS PPKS ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kampus dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan ramah bagi semua pihak.

Dengan adanya SATGAS PPKS, diharapkan STIE PPI mampu menjadi teladan dalam penanganan kekerasan seksual di dunia pendidikan, sekaligus memupuk budaya kampus yang lebih inklusif dan responsif terhadap isu-isu sosial.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *